Palu, DKPP– Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ratna Dewi Pettalolo, membuka peluang kerja sama program Pendidikan Etik Pemilu dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.
Program ini diharapkan menjadi langkah konkret untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran etik di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Ratna Dewi mengemukakan hal tersebut dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendidikan Etik Pemilu bersama pimpinan dan civitas akademika di Aula Senat Kantor Rektor UIN Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (29/10/2026).
Menurut Ratna Dewi, kerja sama program pendidikan etik pemilu penting untuk direalisasikan seiring dengan besarnya tantangan penegakan kode etik penyelenggara pemilu.
DKPP menerima 790 pengaduan terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu sepanjang tahun 2024. Sehingga, menurut Ratna Dewi, masalah etik dalam pemilu adalah masalah serius yang harus ditangani.Karena itu, penguatan etik tidak cukup dilakukan melalui penegakan aturan, tetapi juga perlu dibangun melalui pendidikan.
“Kenapa menurut kami program ini sangat penting, karena berdasarkan data kami ditahun 2024 dugaan pelanggaran etik sangat tinggi, dan ini merupakan masalah yang sangat serius yang harus kita tangani demi memperbaiki demokrasi kita,”ujarnya.
Ratna menilai mahasiswa perguruan tinggi khusunya UIN Datokarama memiliki potensi untuk mengambil berbagai peran dalam demokrasi, baik sebagai penyelenggara pemilu, peserta pemilu yang kelak berkiprah sebagai anggota legislatif, maupun sebagai pemilih.
“Potensi SDM di UIN Datokarama harus kita siapkan, karena dimana dia memerankan perannya akan memberikan kontribusi yang baik, apakah mahasiswa kita nanti akan jadi penyelenggara, peserta, dan bahkan menjadi pemilih yang berintegritas untuk dekomrasi kita,”Ia menambahkan.
Ratna menyebutkan bahwa DKPP telah menyiapkan konsep Pendidikan Etik Pemilu yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi.
UIN Datokarama Palu dapat mempertimbangkan dua pilihan pelaksanaan program pendidikan etik pemilu. Pertama, menjadikannya sebagai mata kuliah tersendiri. Kedua, mengintegrasikannya ke dalam mata kuliah yang telah tersedia di Fakultas Hukum UIN Datokarama.
“Kami menawarkan apakah UIN Datokarama berkenan Pendidikan Etik Pemilu menjadi mata kuliah sendiri atau dimasukkan ke mata kuliah yang sudah ada; semisal filsafat. Mengingat etika merupakan salah satu bagian dari kajian filsafat,”ucapnya lagi.
Lebih jauh Ratna menilai lingkungan akademik memiliki ruang strategis untuk membangun diskusi karena memiliki idealisme yang baik untuk demokrasi.
Melalui kolaborasi dengan UIN Datokarama, pendidikan etik pemilu diharapkan tidak hanya memperkenalkan DKPP dari sisi kelembagaan, tetapi juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya etika dalam kehidupan demokrasi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, DKPP menawarkan keterlibatan tim pengajar dari DKPP dalam mata kuliah Pendidikan Etik Pemilu. Metode pembelajaran dapat dibahas bersama, baik melalui pertemuan tatap muka di ruang kelas maupun pemanfaatan media lain yang memungkinkan komunikasi dan diskusi antara pengajar dan mahasiswa. Program ini juga diharapkan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas serta mekanisme evaluasi untuk mengukur keberhasilannya.
“Nanti kami siapkan dosen atau tim pengajarnya dari DKPP dan berkolaborasi juga dengan Dosen yang ada di Fakultas Hukum mungkin sekitar dua dari kami dan dua dari UIN Datokarama, entah nanti pertemuannya tatap muka diruang kelas atau kita manfaatan media untuk pembelajaran jarak jauh,”kata Ratna Dewi.
Melalui kerja sama ini, Ratna berharap UIN Datokarama Palu dapat menjadi salah satu perguruan tinggi percontohan dalam pengembangan Pendidikan Etik Pemilu. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mulai ditindaklanjuti pada tahun mendatang melalui perencanaan dan pembahasan bersama, sehingga pendidikan etik pemilu dapat berjalan secara sistematis dan berkelanjutan serta berkontribusi dalam membangun demokrasi yang berintegritas di Indonesia.
Sekedar informasi, Kegiatan ini dihadiri langsung Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S; beserta para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, dan seluruh jajaran civitas akademik, beserta Dosen dan Puluhan Mahasiswa UIN Datokarama Palu.
Turut hadir juga Anggota Bawaslu SulTeng, Rasyidi Bakri; dan Ketua KPU SulTeng, Darmiati. [Humas DKPP]


