5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

Prof. Muhammad: Lima Syarat Pemilu Demokratis

Rabu, 03 Oktober 2018
266 dilihat

Jakarta, DKPP – Demi terwujudnya Pemilu yang berintegritas, ada 5 (lima) syarat pemilu demokratis yang harus dipenuhi. Hal tersebut disampaikan Anggota DKPP Prof. Muhammad dalam kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023 Tahap I Gelombang I, Rabu (3/10). Kegiatan yang diselenggarakan KPU RI tersebut bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, dengan jumlah peserta 180 yang terdiri dari Ketua Anggota, dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota.

Pertama regulasi yang jelas, hal tersebut dimaksud agar menjadi guidance atau kompas bagi penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya. Kedua, peserta pemilu yang taat aturan, baik penyelenggara maupun peserta yang memegang terhadap aturan

Kemudian, Muhammad menceritakan pengalamannya pernah mendengar ada caleg berkampanye dengan menyebut boleh dia menang di TPS, tapi nanti kita lihat siapa yang dilantik. “Ini adalah tuduhan yang sangat keras terhadap penyelenggara pemilu”, tegasnya

Ketiga, pemilih yang cerdas dan parsitipatif. Penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu mempunyai tugas pencegahan dan sosialisasi. Seperti  mensosialisasikan bagaimana pemilu yang baik dan benar, serta mengurangi surat suara yang salah. Masyarakat pemilih perlu diedukasi terkait masivnya politik uang dan kampanye hitam.

Keempat, birokrasi yang netral. “ Penyelenggara harus berhati-hati dalam memberi senyuman. Senyuman harus sama ukurannya, misalnya dengan Caleg A senyum sumringah, dengan Caleg B harus sumringah juga,” lanjutnya.

“Hati-hati dengan perlakukan yang sama ini. Sudah ada yang diadukan ke DKPP, karena setiap orang bisa merekam tingkah laku anda, bisa merekam kejadian yang dia alami, dan dia mencari keadilan (perlakuan yang sama). Tidak sedikit penyelenggara pemilu yang diberi sanksi tegas karena memberi perlakuan berbeda kepada peserta pemilu,” pungkasnya.

Kelima yakni penyelenggara pemilu yang kompeten dan berintegritas. Muhammad mengimbau penyelenggara untuk berkomitmen dengan sungguh-sungguh. Penyelenggara pemilu harus menjadi bagian yang bisa menyelesaikan masalah, bukan sebaliknya menjadi bagian yang menyumbang masalah.

Kelima syarat pemilu demokratis tersebu harus dikawal untuk menyukseskan pemilu. Jika syarat itu dipenuhi, maka demokrasi yang diawali dari pemilu harus menghasilkan pemimpin  yang berintegritas, dan pemilu yang berintegritas diawali dari penyelenggara pemilu yang berintegritas. (Penulis:Sandhi Editor:Dio)