Jakarta, DKPP – Film pendek berjudul “Jaga”, karya Talitha Libna Zalianti dari Jakarta Selatan, dinobatkan sebagai juara Lomba Video Kreatif dalam ajang Festival Etik 2026. Karya tersebut berhasil mengalahkan 130 film pendek lainnya yang dikirim peserta dari 20 provinsi se-Indonesia.
Sementara film pendek berjudul “Dua Pilihan” karya Nola Ernafia dari Kota Padang, Sumatera Barat keluar sebagai pemenang kedua. Dan juara ketiga untuk lomba ini diraih oleh Farrel Indra Pramata asal Lamongan, Jawa Timur dengan film berjudul “Harga Sebuah Suara”.
Masih dari ajang yang sama, untuk kategori Lomba Karya Jurnalistik, juara 1 diraih oleh Iqbal Basyari dari Harian Kompas dengan judul artikel “Ketika Wasit Pun Bermain”. Karya ini berhasil menyisihkan 87 karya tulis jurnalistik dari seluruh tanah air.
Juara 2 kategori lomba ijin ditempati Muhammad Rizki dari Kaltim Post dengan artikel berjudul “Demokrasi Bukan Sekadar Prosedur: Memaknai Putusan Etik DKPP Bagi Penyelenggara Pemilu Kaltim”. Dan peringkat ketiga ditempati artikel dengan judul “DKPP, Benteng Etika, Penyelenggara Pemilu dan Penjaga Marwah Demokrasi” yang ditulis Sapriadi dari kabarwajo.id.
Para pemenang masing-masing kategori diumumkan dalam acara puncak Festival Etik 2026 yang dilangsungkan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026).
Anggota DKPP, Ratna Dewi Pettalolo, memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karya terbaik berkaitan dengan penegakan kode etik penyelenggara pemilu (KEPP), pemilu, dan demokrasi.
“Festival Etik 2026 ini adalah yang pertama sejak DKPP berdiri tahun 2012. Antusiasme peserta baik untuk Lomba Karya Jurnalistik maupun Video Kreatif sangat luar biasa, lebih dari 200 karya yang diterima,” ungkapnya.
Ratna Dewi menambahkan pemilu yang demokratis dan berintegritas menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya penyelenggara. Termasuk di antaranya kreator dan jurnalis muda melalui karya-karyanya.
Kehadiran kreator dan jurnalis muda dalam Festival Etik 2026 menjadi angin segar untuk pemilu 2029. Pandangan kritis, kepedulian, dan semangatnya menjadi modal penting dalam mengawal demokrasi yang lebih baik di masa yang akan datang.
“Ini menjadi angin segar sekaligus harapan besar agar pemilu 2029 semakin berkualitas. Mereka bisa ikut memantau, mengawasi, dan menjaga integritas proses demokrasi,” tegasnya.
Pemeran Foto
Tidak hanya Lomba Karya Jurnalistik dan Video Kreatif, puncak Festival Etik 2026 juga dimeriahkan dengan pameran foto di lobi Gedung DKPP. Menampilkan puluhan foto berisi perjalanan panjang DKPP yang akan genap berusia 14 tahun pada 12 Juni 2026.
Pameran foto maupun Lomba Karya Tulis dan Video Kreatif, merupakan terobosan yang dilakukan DKPP dalam mensosialisasikan Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP), pemilu, dan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan dokumentasi perjalanan panjang DKPP, kerja-kerja lembaga dalam menegakan KEPP, apa yang sudah dilakukan untuk masyarakat, pemilu, dan demokrasi oleh DKPP,” lanjut Ratna Dewi.
Ke depan, sambung perempuan asal Kota Palu ini, berharap sosialisasi dokumentasi sejarah atau arsip visual semacam ini akan dilakukan lebih masif lagi. Dengan demikian masyarakat bisa memberikan penilaian langsung atas kinerja DKPP dari masa-masa.
“Pameran foto seperti harus berkelanjutan agar masyarakat bisa menilai DKPP langsung. Apakah DKPP ini memberikan manfaat dan perbaikan terhadap pemilu dan demokrasi, tidak hanya sebagai pelengkap saja,” ujar Ratna Dewi. (Humas DKPP)


