Jakarta,
DKPP – Ahli IT yang dihadirkan Pengadu Tim Prabowo-Hatta, Iwan Somantri,
menyarankan kepada KPU untuk mengaudit teknologi informasinya (IT). Selain itu,
dia juga menyarankan kepada KPU untuk melakukan ivestigasi forensik terkait IT.

Audit
dan forensik dilakukan oleh lembaga independen, katanya. Dia juga
membeberkan adanya sejumlah komisioner KPU yang menggunakan akun imel bukan
resmi. Hanya satu komisioner yang menggunakan akun resmi.

Penggunaan
imel bukan resmi ini sangat riskan peretasan oleh pihak-pihak tertentu,
katanya. Saat majelis meminta menunjukkan peretasan terhadap hasil perolehan
suara di internet, ahli tidak menunjukkan.

Salah
seorang Teradu, Arif Budiman, merasa heran dengan ahli. Pasalnya, ahli hanya
mengungkapkan imel yang sifatnya gratisan. Imel kami sudah diketahui oleh
orang lain.

Dan
akun imel kami para komisioner bukan hanya yang gratisan. Kami juga punya akun
imel resmi atau official email, katanya. Arif menambahkan, IT yang
dimiliki KPU sering diaudit dalam periode tertentu.

Selain
itu, pasca pembatalan kerjasama dengan Lemsaneg, Lemsaneg tetap membantu dan
memberikan masukan terhadap IT KPU. Kami juga sangat membuka diri dan
kami menerima masukan-masukan dari para ahli, katanya. (ttm)