5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

DKPP Periksa Ketua dan Anggota Bawaslu RI

Jumat, 30 November 2018
130 dilihat

Jakarta, DKPP -  Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu memeriksa dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu nomor  perkara 286/DKPP-PKE-VII/2018, 289/DKPP-PKE-VII/2018 dan 294/DKPP-PKE-VII/2018 pada Jumat (30/11/2018). Sidang bertempat di Ruang Sidang DKPP, Gedung Bawaslu Lantai 5, Jakarta Pusat dan melalui video conference dengan kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah.

Pengadu:  Melyan Sori,masyarakat/pemilih, untuk nomor perkara 286/DKPP-PKE-VII/2018. Achmad Tarmizi Gumay, masyarakat/pemilih, untuk nomor perkara 289/DKPP-PKE-VII/2018, dan Teguh Yuwono, masyarakat/pemilih, memberikan kuasa kepada Abraham A.F. Sianturi, advokat, untuk nomor perkara 294/DKPP-PKE-VII/2018.

Teradu perkara nomor 286, dan 289/DKPP-PKE-VII/2018 sama-sama ketua dan anggota Bawaslu RI: Abhan, Rahmat Bagja, Moch. Afifuddin, Fritz Edwarsiregar dan Ratna Dewi Pettalolo. Teradu lain untuk perkara 286/DKPP-PKE-VII/2018 adalah Natijo Elem dan Oyon Zupra, keduanya anggota Bawaslu Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.  

Teradu perkara nomor 294/DKPP-PKE-VII/2018: Ketua Bawaslu RI Abhan, Sekjen Bawaslu RI Gunawan Suswantoro, dan Welly Ismail serta Irman Budahu masing-masing sebagai ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Banggai.

Dari Bawaslu RI yang hadir Abhan, dan Fritz Edward Siregar. Teradu lain yang hadir di Ruang Sidang DKPP adalah Natijo Elem dan Oyon Zupra. Sementara teradu lain Welly Ismail dan Irman berada di kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah.  

Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan pokok-pokok pengaduan Pengadu, dan mendengarkan jawaban dari pihak Teradu. Pengadu menghadirkan saksi untuk menguatkan dalil-dalil pengaduannya. [teten jamaludin]