5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Prof Muhammad: DKPP Penjaga Kehormatan Penyelenggara Pemilu

Prof Muhammad: DKPP Penjaga Kehormatan Penyelenggara Pemilu

Senin, 19 November 2018
140 dilihat

Ambon, DKPP- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Sidang Pemeriksaan Kode Etik Penyelenggara Pemilu, Minggu (19/11) di Ambon. Rapat  tersebut dilakukan dalam persiapan sidang perkara nomor 268/DKPP-PKE-VII/2018 dengan Teradu KPU Kota Tual dan Bawaslu Kota Tual Provinsi Maluku.

Anggota DKPP Prof Muhammad yang memimpin rapat tersebut mengatakan bahwa bahwa  kehadiran DKPP bukan untuk menakut-nakuti atau menghalangi kreatifitas penyelenggara pemilu. Menurutnya, DKPP untuk menjaga kehormatan penyelenggara pemilu sebagaimana namanya.

“Secara statistik jika dilihat dari jumlah aduan yang masuk lebih banyak yang didismiss. Jika dilayani semua aduan, tiap hari kerja DKPP adalah bersidang.  Kemudian secara jumlah putusan, jauh lebih banyak yang sifatnya direhabilitasi, mendidik daripada menghukum,” tutur Prof Muhammad.

Selanjutnya, ia menegaskan kepada penyelenggara pemilu untuk tidak takut karena sekarang DKPP ini sahabat penyelenggara.  Jika ada yang mencoba mencari-cari kelemahan penyelenggara pemilu itu dan DKPP yakin tidak ada faktanya, maka DKPP terdepan untuk memastikan dan menjaga nama baik penyelenggara.

Ia memberi contoh DKPP adalah seperti ahli bedah. Jika luka itu masih bisa dirawat akan diobati, diberi perban dengan harapan masih bisa memberikan kesehatan bagi anggota tubuh yang lain tapi jika lukanya parah dan bisa mengancam anggota tubuh lain, maka  DKPP tidak ragu-ragu untuk melakukan amputasi. Tetapi untuk keputusan amputasi itu Anggota DKPP benar-benar harus berdebat.

“Putusan pemberhentikan tetap penyelenggara pemilutidak mudah. Terkadang ada perbedaan pendapat. Kemudian dipertimbangkan kembali dan mencari  kira-kira apa masih ada yang bisa menyelamatkan keputusan hukuman/rehabilitasi sebagai penyelenggara pemilu,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak penyelenggara menyuburkan komitmen selalu menjadi bagian dari solusi. Mulai hari ini dan seterusnya untuk berkomitmen dalam niat, dalam gagasan, dalam tingkah laku untuk menjadi The Part of Solution. (Dina/Irma)