5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Prof. Teguh Blusukan Pantau Penyelenggaraan Pilkada Kaltim

Prof. Teguh Blusukan Pantau Penyelenggaraan Pilkada Kaltim

Jumat, 29 Juni 2018
97 dilihat

Samarinda, DKPP – Anggota Dewan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof. Teguh Prasetyo, Rabu (27/6) melakukan blusukan ke beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu TPS yang dikunjungi berada di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Kota Samarinda. Sebelum dimulainya monitoring, Prof. Teguh, Gubernur Kaltim Awang Faroek, Pj Sekprov Kaltim Meiliana bersama jajaran OPD dilingkungan Pemprov Kaltim, serta stakeholders kepemiluan di Kalimantan Timur melakukan rapat koordinasi di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Berturut-turut TPS yang disambangi oleh rombongan antara lain TPS 6 yang berada dibelakang Kantor Gubernur Kaltim, TPS 7 dan 8 yang bertempat di Lapas IIA Kota Samarinda dan TPS 2 Kelurahan Teluk Lerong Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang yang memiliki DPT sebanyak 170 pemilih. Selanjutnya rombongan menuju Tenggarong Seberang untuk melakukan monitoring dan menyaksikan tahapan pemungutan suara di TPS TPS 1 dan 5 Desa Bukit Raya.

Setelah melakukan pemantauan, Prof. Teguh menilai penyelenggaraan Pilkada di Kalimantan Timur berjalan baik dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.

“Dari enam TPS yang di monitoring hari ini, saya perhatikan di salah satu TPS ternyata saksinya tidak lengkap. Meski demikian saya ingatkan agar paslon jangan anggap sepele dan saya minta agar saat penghitungan suara, saksi lengkap,” terangnya.

Meski begitu, Prof. Teguh berharap dengan adanya KPU yang bersifat independen, mandiri, dan adil, Penyelenggaraan Pemilu dapat berlangsung damai. Apalagi ditambah dengan Bawaslu yang mengawasi jalannya tahapan Pemilu dan DKPP penegak etik bagi pelanggaran etika penyelenggara pemilu sehingga dapat mewujudkan Pemilu/Pilkada bermartabat.

“Ciri khas Pilkada Bermartabat, yaitu menjunjung tinggi nilai yang ada di dalam Pancasila, karena pada saat demokrasi dimaknai suara yang terbanyak sebagai pemenang, one man one vote, jangan mengadopsi pikiran kapital dan liberal, money politic, kecurangan, hoax, isu-isu sara, untuk menjadi pemenang,” Prof. Teguh mengingatkan.

Monitoring Pilkada Kaltim 2018 diikuti oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Pj Sekprov Kaltim Meiliana, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, Kajati Kaltim Ely Shahputra, Danrem 091 ASN Brigjen TNI Irham Waroihan, Ketua DPRD Kaltim H Syahrun, Ketua Komisioner KPU Kaltim M Taufiq dan Ketua Bawaslu Kaltim Saiful serta Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Kemendagri Boytenjuri. Kegiatan monitoring diakhir dengan video conference antara gubernur dengan bupati/walikota se-Kalimantan Timur. (Prasetya Agung N)