5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

Anggota DKPP: Masyarakat Sudah Well Informed

Selasa, 04 Desember 2018
76 dilihat

Jakarta, DKPP - Menurut Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Dr. Ida Budhiati ada tren positif di masyarakat terkait dengan teknis  pengaduan ke DKPP. Selama satu tahun terakhir ini, ada peningkatan pengetahuan masyarakat. “Selama tahun 2012-2018 dari 3179 jumlah pengaduan yang masuk sebanyak 1218 persen atau 38.3 persen. Untuk periode 2017-2018 dari 599 pengaduan yang masuk, sebanyak 55.8 persen perkara naik sidang. Ini artinya, mereka sudah well informed,” kata Ida Budhiati saat menyampaikan tanggapan dalam FGD Pendapat Stakeholders Mengenai Kinerja DKPP Dari Unsur Peserta Pemilu dan Pemerintah dan DPR di jakarta, Selasa (4/12/2018). Selain Ida Budhiati, hadir Prof Teguh Prasetyo, Prof Muhammad, Alfitra Salamm, Kabag Adm. Umum Yusuf serta sebagian staf sekretariat DKPP. Sementara pihak luar yang hadir, perwakilan dari PKPI, Partai Berkarya, PKB, PPP, PKS, PSI dan Perindo.

Ida membandingkan, pada masa-masa sebelumnya. Pengaduan Pengadu atau dalil-dalil yang disampaikan Pengadu tidak sedikit berupa copy paste pada saat mereka berperkara di MK atau di Pengadilan TUN. Padahal objek perkara di  DKPP berbeda. Hanya mengurusi kode etik penyelenggara Pemilu. “Sekarang sudah beda. Masyarakat sudah tahu cara beracara. Data pengaduan ini mengkonfirmasi,” katanya.  

Mantan anggota KPU RI itu pun menambahkan, Peraturan Kode etik Penyelenggara Pemilu yang telah dibuat tidak disusun berdasarkan imajinasi dari lembaganya, melainkan melibatkan KPU dan Bawaslu.  “Norma ini kami yakini kerangkat konseptual. Munculnya etika ini muncul dari penyelenggara. Tidak secara paksa dari luar. Apa yang kemudian disampaikan dalam sebuah norma etik kemudian mengikat kepada penyelenggara pemilu,” pungkasnya.  [Teten Jamaludin]