5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Persoalan DCS Bawa KPU dan Bawaslu Kabupaten Deli Serdang ke Sidang DKPP

Persoalan DCS Bawa KPU dan Bawaslu Kabupaten Deli Serdang ke Sidang DKPP

Jumat, 30 November 2018
109 dilihat

Medan, DKPP – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pemeriksaan pelanggaran kode etik dengan Teradu ketua dan anggota KPU Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara. Sidang pemeriksaan digelar pada Kamis (12/11) dan bertempat di Ruang Sidang Bawaslu Prov. Sumatera Utara.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Prof. Teguh bersama Tim Pemeriksa Daerah Prov. Sumatera Utara yaitu Saut H. Sirait (unsur  masyarakat), dan Agus Salam (ex-officio Bawaslu). Sidang pemeriksaan digelar dengan nomor perkara 290/DKPP-PKE-VII/2018 juga menghadirkan KPU dan Bawaslu Kab. Deli Serdang sebagai pihak terkait serta saksi-saksi yang dihadirkan oleh Pengadu maupun Teradu.

Timo Dahlia Dauly dan Arifin Sihombing, selaku ketua dan anggota KPU Kab. Deli Serdang diadukan oleh Sugondo yang merupakan Bacaleg DPRD Kab. Deli Serdang periode 2019-2024. Menurut pengadu, Arifin Sihombing dan Timo Dahlia Dauly sebagai Teradu I dan Teradu II, diduga melanggar kode etik karena telah bertindak tidak profesional dan akuntabel. Sehingga mengakibatkan Pengadu tidak masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota DPRD Kab. Deli Serdang Dapil V periode 2019-2024 dari partai PDI-P.

Permasalahan ini berawal dari ijazah atas nama Pengadu yang dianggap tidak sah oleh KPU Kab. Deli Serdang berdasarkan klarifikasi yang dilakukan oleh Teradu I ke SMA 8 Kediri yang pada saat ini menempati Gedung bekas SMA (Sekolah Menengah Olahraga) Negeri Kediri. Dalam verifikasinya, Teradu I bertemu kepala sekolah SMAN 8 Kediri mendapatkan hasil jika nama Pengadu tidak ada dalam arsip buku induk SMOA Negeri Kediri yang masih tersimpan di SMAN 8 Kediri. Kondisi tersebut diperkuat oleh surat keterangan SMAN 8 Kediri Nomor 420/315/101.6.14.8.2018 yang menyatakan “belum menemukan nama Sugondo sebagai lulusan SMOA Kediri tahun 1972.

Berdasarkan hasil verifikasi maka KPU Kab. Deli Serdang mengeluarkan surat nomor 2131/PL.01-4-50/1207/KPU.Kab/VIII/2018 tanggal 20 Agustus 2018 dan ditandangani oleh Teradu II yang menyatakan nama Pengadu tidak dimasukkan dalam DCS pada Pemilu 2019. Menurut Pengadu, surat yang dikeluarkan Teradu merugikan karena menyebutkan bahwa ijazah yang digunakan adalah palsu, sehingga Pengadu juga menyatakan para Teradu diduga juga melanggar prinsip akuntabilitas. (Prasetya Agung N.)