5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Sesi Satu, Urai Kerumitan Pemilu dengan Filsafat

Sesi Satu, Urai Kerumitan Pemilu dengan Filsafat

Jumat, 30 November 2018
96 dilihat

Jakarta, DKPP - Pada sesi satu dalam acara Focus Group Discussion Penyusunan Jurnal Etika dan Pemilu membedah tulisan-tulisan dari para penulis, pada Kamis (29/11/2018) malam di Jakarta.

Daniel Zuchron menulis Etika Pengawas Pemilu: Catatan Filsafat. Tujuan tulisan ini adalah untuk menelisik permasalahan etika pengawas pemilu. “Yang saya soal dalam tulisan ini adalah bagaimana memahami eksistensi etika pada pengawas Pemilu. Persoalan etika menyangkut persoalan eksistensial. Bagaimana penyelenggara pemilu mampu melingkupi dirinya dengan etika,” jelasnya.

Prof Teguh Prasetyo mengatakan, filsafat dimulai dari keragu-raguan dan hasilnya pun dengan keragu-raguan. Filsafat itu adalah berpikir secara mendasar. “Orang pacaran pun perlu filsafat. Apalagi dalam Pemilu. Tapi filsafat jangan lihat yang susah-susahnya. Justu malah sebaliknya,” katanya.

Teguh melanjutkan, Pemilu itu memang rumit. Rumitnya Pemilu sehingga menjadi inspirasinya untuk menulis buku terkait dengan Pemilu melalui pendekatan filsafat. Judulnya, Filsafat Pemilu. “Dalam buku itu yang akan dirilis pada akhir bulan ini menjelaskan sekaligus mengurai kerumitan-kerumitan perlu secara mendalam menjadi pembahasan yang mudah dicerna dan dipahami,” jelas dia. 

Tulisan lain yang dibedah pada sesi pertama “Tantangan Integritas Hari Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2019” yang ditulis oleh Dr Nur Hidayat Sardini, SSos, MSi. NHS, sapaan akrab Nur Hidayat Sardini membahas mengenai Pemilu dan Problematikanya. Inti dari pemilu adalah pemungutan dan penghitungan suara, konversi suara rakyat menjadi kursi kekuasaan. “UU 7 Tahun 2017 – pemilu digelar serentak legislatif dan presiden. Pemilu serentak menjadi sumber masalah baru dan lebih kompleks. Berkaca dari data 2014 di DKPP, tren pengaduan meningkat ketika menjelang hari H Pemilu,” jelasnya.

Selanjutnya, Rikson H Nababan menulis tentang Kedudukan Produk Hukum DKPP Dalam Hukum Administrasi Negara. Tulisan-tulisan yang akan dibahas merupakan hasil dari limited call for paper. Tema utama dari jurnal Etika dan Pemilu yang akan diangkat adalah “Modus Pelanggaran Pilpres 2014, dan Langkah Preventif Pelanggaran Pilpres 2019”.    

FGD dibuka oleh Ketua DKPP Harjono. Acara ini akan diselenggarakan selama hingga tanggal 1 November 2018. Hadir anggota DKPP Prof Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, Kepala Biro Administrasi DKPP Bernad D Sutrisno, Kepala Bagian Adiministrasi Umum Yusuf dan sebagian staf sekretariat DKPP. Mitra Bestari yang hadir Alfan Alfian, Moch. Nurhasyim, dan Sri Budi Eko Wardani. [teten jamaludin]