5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • DKPP Umumkan Peserta Terbaik Pendidikan Kode Etik

DKPP Umumkan Peserta Terbaik Pendidikan Kode Etik

Kamis, 08 November 2018
141 dilihat

Parapat, DKPP - Sesi penutupan kegiatan Pendidikan Etik Bagi Penyelenggara Pemilu se- Sumatera Utara di Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, pada Rabu (7/11/2018) malam. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh penyelenggara Pemilu baik KPU maupun Bawaslu kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Hadir pula Tim Pemeriksa Daerah Provinsi Sumatera Utara Tengku Erwin Syahbana dan Saut H Sirait. Acara ditutup oleh Ketua DKPP Harjono  bersama Anggota Prof Muhammad, Ida Budhiati, dan Alfitra Salam.

Kepala Biro Administrasi DKPP Bernad D Sutrisno menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi penyelenggaraan pendidikan etik ini dengan melibatkan seluruh peserta tidak lupa kita juga telah memberikan pre-test dan post-test untuk seluruh peserta. “Dari hasil tersebut bisa kami laporkan bahwa secara keseluruhan kenaikan tingkat pemahaman peserta cukup signifikan. Kami juga mencatat beberapa peserta yang mencatatkan nilai terbaik. Untuk kategori nilai pre-test dan post-test tertinggi diraih oleh Sdr. Mukhlis R. Padang dari KPU Kab. Phakphak Barat. Sementara untuk loncatan nilai pretest ke postest terbaik diperoleh oleh Sdr. Heri F. Pohan Kepala Sekretariat Bawaslu Labuhan Batu Utara. Sekali lagi kami ucapkan selamat!” katanya.

Lanjut Bernad, pihaknya berkomitmen untuk lebih meningkatkan bentuk kegiatan pendidikan etik yang jauh lebih baik lagi kedepan. “Kami juga mempertimbangkan semua masukan dan saran dari Bapak/ibu sekalian. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua DKPP Harjono menyampaikan bahwa lembaganya sangat serius menyelenggarakan kegiatan ini. Keseriusan itu dibuktikan dengan lengkapnya anggotanya yang hadir dalam acara ini.  ia pun berpesan bahwa selesainya acara ini, bukan merupakan akhir dari sebuah proses melainkan awal.   “Apa yang dilakukan itu perlu pembuktian di lapangan. Hal-hal yang menurut ukuran kode etik harus dipertahankan. Tidak hanya pada Anda, tapi juga jajaran di bawahnya,” pungkasnya. [Teten Jamaludin]