5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

38 Penyelenggara Pemilu Mendapat Sanksi DKPP

Rabu, 26 September 2018
379 dilihat

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang pembacaan putusan terhadap 11 perkara kode etik penyelenggara pemilu, Rabu (26/9) di Jakarta. Ketua DKPP Dr. Harjono memimpin langsung sidang tersebut bersama Anggota DKPP yakni Prof. Teguh Prasetyo, Prof. Muhammad, Dr. Ida Budhiati, Dr. Alfitra Salam, dan Fritz Edward Siregar.

11 perkara tersebut yaitu:

1.    153/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Panwaslu Kabupaten Kolaka

2.    154/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Panwaslu Kabupaten Indragili Hilir

3.    161/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Panwaslu Kotamobagu

4.    172/DKPP-PKE-VII/2018 KPU Provinsi Sumatera Selatan, KPU Kota Palembang dan KPU Kab. Muara Enim

5.    173/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan

6.    175/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan

7.    176/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Panwaslu Kabupaten Kolaka

8.    181/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu KPU Kota Gorontalo

9.    182/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu Panwaslu Kota Tual

10.    185/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu KPU Kabupaten Bogor

11.    186/DKPP-PKE-VII/2018 Teradu KPU Kabupaten Nagekeo

 

Dari 11 perkara tersebut terdapat sebanyak 39 penyelenggara pemilu yang menjadi Teradu, 38 diantaranya dijatuhi sanksi oleh DKPP dengan uraian sebagai berikut:

 

Pemberhentian Tetap

1.    Anggota KPU Kota Gorontalo La Aba

Pemberhentian dari jabatan Ketua

1.    Ketua KPU Kabupaten Nagekeo Wigbertus Ceme

2.    Ketua Bawaslu Kota Tual M. Taher Jamco

Peringatan keras terakhir

1.    Ketua Bawaslu Kota Tual M. Taher Jamco

2.    Anggota Bawaslu Kota Tual Junaedi Bugis

Peringatan Keras

1.    Ketua KPU Provinsi Sumatera Selatan Aspahani

2.    Anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan Liza Lizuarni

3.    Anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan Henny Susanti

4.    Ketua Panwas Kota Kotamobagu Musly L Mokoginta,

5.    Anggota Panwas Kota Kotamobagu Adrian Herdy Dayoh,

6.    Anggota Panwas Kota Kotamobagu  Amaludin Bahansubu,

7.    Ketua KPU Kabupaten Nagekeo kepada Teradu Wigbertus Ceme

8.    Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Junaedi

9.    Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Iin Irwanto

10.   Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Iwan Ardiansyah

Peringatan

1.    Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Junaedi

2.    Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Iin Irwanto

3.    Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan Iwan Ardiansyah

4.    Anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Naafi

5.    Anggota KPU Provinsi Sumatera Selatan Alexander Abdullah 

6.    Ketua KPU Kota Palembang Syarifudin

7.    Anggota KPU Kota Palembang Abdul Karim Nasution

8.    Anggota KPU Kota Palembang Rudianto Pangaribuan

9.    Anggota KPU Kota Palembang Devi Yulianti

10.    Anggota KPU Kota Palembang Firamon Syakti 

11.    Ketua KPU Kabupaten Muara Enim Rohani,

12.    Anggota KPU Kabupaten Muara Enim Isa Ansori,

13.    Anggota KPU Kabupaten Muara Enim Nofrizah Pahlevi,

14.    Anggota KPU Kabupaten Muara Enim Eko Suprianto,

15.    Anggota KPU Kabupaten Muara Enim Ahyaudin 

16.    Ketua KPU Kabupaten Bogor Haryanto Surbakti,

17.    Anggota KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni,

18.    Anggota KPU Kabupaten Bogor Erik Fitriadi,

19.    Anggota KPU Kabupaten Bogor Mustaqim,

20.    Anggota KPU Kabupaten Bogor Akhmad Munjin selaku

21.    Anggota Bawaslu Kabupaten Kolaka Juhardin

22.    Anggota Bawaslu Kabupaten Kolaka Iswanto

23.    Anggota Panwas Kabupaten Kolaka Rusdi

Adapun penyelenggara pemilu yang direhabilitasi nama baiknya karena tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu yakni Ketua Panwas Kabupaten Indragiri Hilir Andang Yudiantoro.

“Merehabilitasi nama baik Teradu Andang Yudiantoro selaku Ketua merangkap Anggota Panwas Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau,” tutur Harjono saat membacakan amar putusan terhadap perkara nomor 154/DKPP-PKE-VII/2018 dengan Teradu Andang Yudiantoro.

“Memerintahkan Bawaslu Provinsi Riau untuk melaksanakan Putusan ini paling lama 7 (tujuh) hari sejak dibacakan. Memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini,” pungkasnya.

Salinan putusan DKPP dapat diunduh di www.dkpp.go.id. (Irmawanti)