5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Putusan DKPP Jadi Pelajaran Bagi Penyelenggara Pemilu

Putusan DKPP Jadi Pelajaran Bagi Penyelenggara Pemilu

Rabu, 12 September 2018
267 dilihat

Jakarta, DKPP - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian tetap terhadap 15 penyelenggara Pemilu pada Rabu, (12/9/2018) di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, pukul 14.00 WIB. Sanksi tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan 13 Putusan dari 17 perkara. Pada kesempatan tersebut, DKPP juga menjatuhkan sanksi berupa peringatan kepada 15 penyelenggara Pemilu.

Bertindak selaku ketua majelis Prof Muhammad dan anggota majelis Prof Teguh Prasetyo, Dr. Ida Budhiati, Dr. Alfitra Salamm. Dalam sidang putusan ini, sejumlah Pengadu dan Teradu juga hadir.

Penyelenggara Pemilu yang mendapatkan sanksi, karena terbukti melanggar sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Sementara terhadap 41 penyelenggara Pemilu yang tidak terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu, DKPP merehabilitasi nama baiknya.

Prof Muhammad menyampaikan bahwa putusan DKPP bersifat final dan mengikat. Sehingga, bagi penyelenggara Pemilu yang diberhentikan tetap tidak ada upaya hukum lain. Putusan itu harus dilaksanakan paling lambat tujuh hari setelah Putusan tersebut dibacakan. “Untuk itu, diharapkan kepada penyelenggara Pemilu untuk bersikap hati-hati dalam mengemban amanat sebagai penyelenggara Pemilu. Putusan DKPP bersifat mendidik, agar dapat dijadikan pelajaran bagi penyelenggara Pemilu yang lain,” kata ketua Bawaslu RI periode 2012-2017 itu.

Ia pun menambahkan, berdasarkan konvensi selama ini penyelenggara Pemilu yang sudah diberhentikan tetap lagi diperbolehkan atau ditidak layak lagi untuk menjadi penyelenggara Pemilu  di semua tingkatan. “Penyelenggara Pemilu yang sudah diberhentikan tetap dalam sejarahnya  tidak pernah lagi terekrut atau dipilih lagi menjadi penyelenggara Pemilu, karena sudah dianggap tidak layak,” pungkasnya. [Teten Jamaludin]