5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Pemetaan TPS Rawan Menjadi Untuk Mencegah Terjadinya Pelanggaran Dan Kecurangan Di TPS

Pemetaan TPS Rawan Menjadi Untuk Mencegah Terjadinya Pelanggaran Dan Kecurangan Di TPS

Jumat, 29 Juni 2018
175 dilihat

Pekanbaru, DKPP – Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak tengah malam jelang hari pencoblosan dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan tahap pungut hitung dan penghitungan suara pada Pilkada serentak 2018 di Provinsi Riau, meski sejak usai Subuh ajakan untuk menggunakan hak pilih telah diterdengar melalui pengeras suara masjid-masjid.

Hal yang dikhawatirkan adalah robohnya TPS -TPS yang berlokasi di area terbuka seperti lapangan dan tanah kosong. Monitoring yang dilakukan sore kemarin [Selasa 26/6-red], memperlihatkan TPS yang didirikan dengan sederhana sempat roboh diterjang angin saat hujan deras sehari sebelumnya. Kondisi tanah yang becek agak berlumpur tentunya akan mengganggu aktivitas di sekitarnya. Namun hal ini sudh diantisipasi KPU dengan memindahkan lokasi TPS dari area terbuka ke ruangan. KPU berharap hujan, hari libur nasional  dan piala dunia tidak menyurutkan keinginan masyarakat pemilih untuk datang ke TPS. Cuaca buruk menjadi pertimbangan Tim Riau utk membatalkan rencana monitoring ke Kab. Indragiri Hulu yang sediakan akan ditempuh dalam lima atau enam jam perjalanan.

Tim Riau yang dipimpin oleh Anggota DKPP, Dr. Alfitra Salamm melakukan monitoring pada hari pencoblosan, Rabu 27/6 di beberapa TPS. TPS yang dikunjungi Tim Monitoring Riau antara lain TPS di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Kota Pekanbaru, TPS 09 Kelurahan Sukajadi, TPS 26 dan 27 Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayan Raya.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Riau, Neil Antariksa AMd SH MH yang mendampingi selama monitoring menjelaskan bahwa Bawaslu telah menyusun instrumen yang digunakan sebagai standar dalam menyusun peta TPS rawan. Instrumen penyusunan peta TPS rawan ini dijadikan sebagai pedoman bagi jajaran pengawas pemilu dalam menentukan identifikasi TPS rawan pada Pilgubri 2018 ini.

“Dalam pengawasan tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara, pemetaan TPS rawan ini menjadi cara bagi pengawas pemilu untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan di TPS. Berangkat dari pemetaan TPS rawan ini pengawas pemilu dapat menyusun atau menyiapkan rencana dan langkah langkah taktis serta strategis dalam upaya pencegahan terjadinya pelanggaran di TPS yg telah diidentifikasi sejak awal,” ungkap Neil.

Menurut Neil, meski semua TPS memiliki potensi kerawanan masing-masing, namun penting untuk mendapatkan pemetaan TPS dengan kerawanan tinggi untuk menentukan fokus dan strategi pencegahan yg lebih kuat.

“Pemetaan TPS rawan ini, mendasarkan pada hasil pengawasan dengan menjawab seluruh indikator dalam menentukan TPS rawan tersebut,” kata Neil. Sore hari, Tim Monitoring Riau mengunjungi kantor Bawaslu Kota Pekanbaru untuk mendengarkan laporan sementara terkait laporan pelanggaran. [Dio_4]