5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Fritz Edward Siregar Gantikan Ratna Dewi Pettalolo di DKPP

Fritz Edward Siregar Gantikan Ratna Dewi Pettalolo di DKPP

Senin, 25 Juni 2018
307 dilihat

Jakarta, DKPP - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar pertemuan terkait pergantian antarwaktu (PAW) komposisi dari unsur Bawaslu.  Fritz Edward Siregar menggantikan Dewi Ratna Petalolo. Hal tersebut sebagaimana dalam surat Bawaslu RI Nomor 0653/K.Bawaslu/TU.00.01/VI/2018 perihal Pergantian Anggota DKPP ex officio unsur Bawaslu tertanggal 8 Juni 2018.

Menurut Ketua Bawaslu Abhan, pergantian antar waktu merupakan hal yang biasa  dan merupakan kesepakatan pleno internal di lembaganya. Pergantian ini, agar anggota lain turut merasakan di DKPP. “Kami menyampaikan terimakasih kepada Bu Ratna, ditengah menjalankan tugas Koordiv Penindakan, juga merangkap sebagai ex officio di DKPP. Kami berharap, Pak Fritz bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Bu Ratna. Disamping itu, saya berharap Pak Fritz bisa membagi waktu antara mengerjakan tugas pokoknya di Bawaslu dengan tugas di DKPP,” katanya dalam konferensi pers.

Ketua DKPP Harjono juga menyampaikan hal serupa. Pergantian antarwaktu merupakan hal yang biasa. Jadi tidak perlu dipermasalahkan karena semuanya sudah diatur.  “Pergantian ini sebagai tour of duty, tidak ada persoalan. Selamat datang Pak Fritz.  Dan terimakasih kepada Bu Ratna,” katanya.

Fritz menjelaskan bahwa DKPP akan mendapat tugas yang lumayan padat karena ada dua fase penting yaitu, Pilkada serentak Juni 2018 dan Pemilu Nasional April 2019 yang akan menjadi objek DKPP. Masa pemungutan suara itu masa di mana memungkinkan sekali para penyelenggara itu dilaporkan. Bisa terkait dengan DPT, C6, masalah hari pemungutan suara apalagi pada hari rekapitulasi. Jadi puncak-puncaknya adalah akan terjadi di tahun 2018, sampai dengan 2019. Dan saya yakin DKPP akan mengalami tugas sangat berat. dan saya berharap, saya dapat menjalankan tugasnya dengan baik, katanya.

Sementara itu, Ratna Dewi mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama setahun bergabung di DKPP.  Ia banyak belajar bagaimana berdiskusi, membahas, menganalisis, sampai memutuskan sebuah perkara.  Setiap perkara diputus dengan pertimbangan yang sangat matang.   “Perdebatan tidak hanya soal hukum tetapi juga soal etika. Ini sangat baru buat saya karena meskipun saya punya pernah pengalaman sebagai TPD (Tim Pemeriksa Daerah, red), tapi hanya sebatas memeriksa. Tapi perdebatan dan adu argumentasi hingga pada kesimpulan, bagi saya menjadi ilmu yang luar biasa yang saya dapatkan,” pungkasnya. [Teten Jamaludin]