5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

Prof Teguh: Sidang DKPP Mencari Kebenaran

Minggu, 15 April 2018
371 dilihat

Jakarta, DKPP - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memeriksa dugaan pelanggaran kode etik, Jumat (13/4) dengan Teradu Ramlan Maulana, Ade Nurdin, Nurlaela Mukaromah, Said Widodo dan Yanto Sugiyanto selaku Ketua dan Anggota KPU Kab Purwakarta. Selain mereka  Ketua dan Anggota Panwas Kab Purwakarta Oyang ST, RR. Khristiyanni PE, dan Ujang Abidin serta Harminus Koto selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat juga menjadi Teradu dalam Perkara Nomor 71/DKPP-PKE-VII/2018. Mereka diadukan oleh H. Rustandie dan Dikdik Sukardi, Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta yang memberikan Kuasa kepada M. Maulana Bungaran.

Dalam sidang pemeriksaan tersebut, selain mendengarkan dalil aduan dari Pengadu dan jawaban para Teradu. Juga mendengarkan keterangan dari para saksi yang dihadirkan oleh Pengadu untuk menguatkan dalil aduannya. Mereka adalah Subarkah dan Gugun Gumilar, Tim Pemenangan dari Paslon H. Rustandie dan Dikdik Sukardi.

Sidang pemeriksaan  dipimpin oleh Anggota DKPP Prof. Teguh Prasetyo didampingi Tim Pemeriksa Daerah (TPD) wilayah Jabar yakni Yayat Hidayat, Yusuf Kurnia dan Affan Sulaeman. Dalam pemeriksaan tersebut, Prof Teguh menegaskan bahwa sidang pemeriksaan DKPP untuk mencari kebenaran. Karena itu akan dibuka kembali sidang pemeriksaan ke dua terhadap perkara yang bernomor 71/DKPP-PKE-VII/2018 ini.

“Terhadap perkara ini akan kita buka kembali sidang pemeriksaan kedua.  Jika nanti ada saksi yang lain, silakan diajukan. Juga untuk pihak terkait akan kita dengarkan disidang berikutnya. Sidang ini sudah panjang sekali, tidak apa-apa karena sebagai upaya mencari kebenaran. Kita tidak buru-buru, untuk mencari kebenaran. Supaya meletakkan perkara ini pada posisi yang adil seperti itu yang dibutuhkan baik Pengadu dan Teradu. Sehingga memerlukan kehati-hatian,” pungkasnya. (Irmawanti)