5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Prof Teguh: Saya Berharap Tidak Banyak Pengaduan

Prof Teguh: Saya Berharap Tidak Banyak Pengaduan

Selasa, 06 Maret 2018
393 dilihat

Kendari, DKPP - Anggota DKPP Prof Teguh Prasetyo memimpin rapat koordinasi teknis persiapan sidang kode etik penyelenggara Pemilu di daerah, di Kendari, Selawesi Tenggara,  pada Selasa (6/3/2018) pagi ini.  Rapat ini diikuti oleh sekretariat DKPP; Rahman Yasni, tenaga Ahli DKPP, dan Kasubag Monitoring dan Evaluasi Raja Monang Silalahi, dan staf bagian persidangan. Hadir pula Tim Pemeriksa Daerah baik dari unsur KPU Provinsi, Bawaslu Provinsi,  dan tokoh masyarakat setempat serta perwakilan dari Polda setempat.  

Prof Teguh menjelaskan, pihaknya akan memeriksa sidang dugaan pelanggaran kode etik ketua dan anggota KPU Kabupaten Kolaka. Pengadu dari pihak Panwaslu. Sebetulnya, penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) memiliki  fungsi berbeda tapi tujuan sama. “Namun, pengaduan sesama penyelenggara Pemilu menunjukkan sinergitas kurang,” katanya.

Prof Teguh yang juga mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Satya Wacana Salatiga itu menambahkan, sidang pemeriksaan kode etik di daerah bertujuan menggali fakta-fakta riil, alat bukti untuk mencari kebenaran yang hakiki dan bermartabat. “Sering ada pengaduan (ke DKPP, red) tapi pada saat di sidang pemeriksaan faktanya sangat berbeda. Inilah perlunya persidangan etik. Saya pun berharap tidak banyak pengaduan ,” katanya.

Usai acara rakor, Prof Teguh menyerahkan empat buah buku berjudul Pemilu Bermartabat: Reorientasi Pemikiran Baru  kepada perwakilan TPD,  dan perwakilan Polda Sulawesi Tenggara.

Setelah rakor, dilanjutkan dengan sidang dugaan pelanggaran kode etik ketua dan anggota KPU Kabupaten Kolaka, Lukman, Hasnawati, Abdul Rauf, M Aidil Adha, Nur Ali. Pengadu, Juhardin, Iswanto, dan Rusdi, masing-masing sebagai ketua dan anggota Panwas Kabupaten Kolaka. [Teten Jamaludin: Austin]