5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Prof Teguh: Ciri Khas Pilkada Bermartabat Adalah Menjunjung Tinggi Nilai Pancasila

Prof Teguh: Ciri Khas Pilkada Bermartabat Adalah Menjunjung Tinggi Nilai Pancasila

Kamis, 15 Februari 2018
379 dilihat

Magelang, DKPP – Tahun 2018 adalah tahun politik karena pada tahun ini Indonesia kembali akan menggelar Pilkada pada Juni 2018. Pilkada 2018 akan diikuti oleh 171 daerah, lebih banyak dibandingkan Pilkada 2015 dan Pilkada 2017. Ada 17 provinsi yang akan menggelar Pemilihan Gubernur, Pemilihan Walikota di 39 kota, dan Pemilihan Bupati di 115 kabupaten. 

Saat ini proses tahapan pencalonan dukungan parpol sudah dilalui, tinggal pelaksanaan kampanye dan pencoblosan Pilkada pada tanggal 27 Juni 2018. Hal ini disampaikan oleh anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),      Prof Teguh Prasetya dalam orasi “Etika dan Pilkada Bermartabat” pada Apel Siaga Pengawasan Tahap Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018.

“Indonesia adalah negara kedaulatan rakyat, artinya rakyat berdaulat untuk menentukan siapa pimpinan, apa programnya. Namun demikian dalam setiap pelaksanaan pemilu selalu terdapat praktik-praktik kecurangan,” katanya.

“Dalam undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, KPU, Bawaslu dan DKPP adalah satu kesatuan fungsi penyelenggaraan pemilu. Ini adalah untuk memperbaiki praktik-praktik kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu terdahulu,” katanya lagi.

Menurut Prof Teguh, dengan adanya KPU yang bersifat independen, mandiri, dan adil diharapkan Penyelenggaraan Pemilu berlangsung damai. Bawaslu mengawasi jalannya tahapan Pemilu dan DKPP penegak etik bagi pelanggaran etika penyelenggara pemilu.

“Dalam Pilkada pasti ada kompetisi untuk menjadi pemenang, namun dalam berdemokrasi harus mengadopsi nilai dari falsafah dan ideologi kita yaitu Pancasila,” lanjutnya.

Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga yang telah menerbitkan karya berupa 31 buah buku ini memberikan apresiasi kepada jajaran Bawaslu      Prov. Jawa Tengah atas ide yang sangat simpatik dan cemerlang yakni “Apel Siaga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018” dengan adanya orasi Etika dan Pilkada Bermartabat.

“Ciri khas Pilkada Bermartabat, yaitu menjunjung tinggi nilai yang ada di dalam Pancasila, karena pada saat demokrasi dimaknai suara yang terbanyak sebagai pemenang, one man one vote, jangan mengadopsi pikiran kapital dan liberal, money politic, kecurangan, hoax, isu-isu sara, untuk menjadi pemenang,” Prof. Teguh mengingatkan.

Prof Teguh berpesan agar dalam setiap tahap pemilu baik itu kampanye, pemungutan suara dan pasca penetapan pemenang, dalam setiap tahapan tersebut harus tetap menjaga nilai kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai etika, nilai demokrasi, nilai persatuan dan kesatuan, harus bisa siap menang dan siap kalah.

“Dengan Pilkada Bermartabat untuk melahirkan pimpinan yang mampu membawa kesejahteraan dan memperkuat NKRI,” pungkasnya.

Apel Siaga Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018 ini bertempat di Taman Lumbini Borobudur, Rabu 14/2 ini dipimpin oleh Ketua Bawaslu, Abhan. Hadir dalam acara penyelenggara pemilu terdiri atas Ketua dan anggota Bawaslu dan KPU Jateng, KPU dan Panwas Kab/Kota di 35 Kab/Kota se-Jawa Tengah, Panwascam dan PPL di Jawa Tengah.

Hadir juga dalam acara Pengawas Partisipatif yang mewakili Santri dan Pramuka Adhyasta Pemilu, Pemerintah Prov. Jateng, Perwakilan Polda Jateng, Kodam IV/Diponegoro, Kejati Jateng, Paslon No. Urut 1 Taj Yasin Maimoen Zubair, Paslon Gubernur-Wakil Gubernur No. Urut 2 Sudirman Said-Ida Fauziyah. [Austin_Dio]