5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"
  • Home
  • Aktifitas
  • Prof. Teguh : Jiwa Dan Roh Spirit Demokrasi Harus Bermartabat

Prof. Teguh : Jiwa Dan Roh Spirit Demokrasi Harus Bermartabat

Senin, 12 Februari 2018
364 dilihat

Semarang, DKPP – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof. Teguh Prasetyo hadir dalam acara Rapat Pleno Terbuka Penyampaian Hasil Penelitian dan Penetapan Pasangan Calon Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018, di kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (12/2/ 2018).

Hadir dalam acara ini lima Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah yakni ketua, Joko Purnomo yang sekaligus memimpin jalanannya prosesi rapat pleno terbuka pengumuman penetapan pasangan calon, Ahmad Hakim Junaidi, Ikhwanudin, Diana Ariyanti Dan Muslim Aisha. Hadir pula Wakil Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Brigjen Pol. Drs. Indrajit, SH., dan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Wuryanto, S. Sos., M.Si., dan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, M. Fajar SAKA.

Dalam sambutannya, Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini menekankan pentingnya semangat jiwa demokrasi berdasarkan Pancasila. “Saya merasa gembira penetapan calon gubernur dan wakil gubernur telah dilakukan dalam keadaan baik, lancar baik dan khidmad. Inilah awal pilkada damai khususnya di wilayah Jawa Tengah,” Prof. Teguh membuka sambutannya.

Prof Teguh bersyukur bahwa tahapan pencalonan di Jawa Tengah berjalan dengan baik, tertib dan damai. Dia menginfokan bahwa DKPP diundang dalam “Apel Siaga Pengawasan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Tahun 2018”, pada Rabu 14 Februari bertempat di Taman Lumbini Borobudur, Magelang. Prof. Teguh akan memberikan orasi tentang “Etika dan Pilkada Bermartabat”.

Masih dalam sambutannya, Prof. Teguh menjelaskan terjadinya pergeseran pikiran terkait demokrasi yang dirintis oleh founding father yaitu perwakilan, demokrasi one man one vote yakni pemilihan secara langsung.

“Pilihan ini diakomodir dalam amanat undang-undang, tetapi yang menjadi problem bagi kami di sini yaitu jiwa spirit demokrasi jangan ikut-ikutan liberal dan kapital dengan berbagai cara yang penting menang. Ini tidak boleh. Jiwa dan roh spirit demokrasi harus bermartabat, harus diderivasi dari nilai-nilai Pancasila. Ini yang harus didengungkan dari Jawa Tengah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya Prof. Teguh berharap dua pasangan calon ini dapat berkompetisi seraya berterima kasih untuk KPU dan Bawaslu Jateng yang mendeclare tagline “Becik tur Nyenengke” untuk Pilkada di Jawa Tengah. [Diah Widyawati_1]