5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

DKPP Siap Layani Pengaduan Terkait Pilkada 2018

Selasa, 09 Januari 2018
10677 dilihat

Jakarta, DKPP - Kenyamanan Ruang Pengaduan sebagai bentuk pelayanan DKPP terhadap para justice seeker. Ruang Pengaduan yang representatif menambah kenyamanan Pengadu dalam menyampaikan informasi terkait laporannya.  

 

Kepala Bagian Administrasi Pengaduan Dini Yamashita mengatakan, dengan adanya ruang khusus pengaduan, pengadu bisa lebih leluasa dan lebih bebas dalam menyampaikan pokok-pokok pengaduannya. Mereka tidak lagi sungkan dan malu.  Petugas penerima pengaduan pun bisa lebih leluasa menggali pertanyaan-pertanyaan dari Pengadu terkait apa saja yang perlu terkait dengan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu. Sepertinya ruangan pengaduan di mana pun harus seperti ini,” katanya.

 

Saat ditanya, apakah Ruang Pengaduan ini berkaitan antisipasi bila terjadi lonjakan pengaduan terkait tahapan penerimaan dan penetapan calon kepala daerah dalam Pilkada 2018? Dini menjawab bahwa tidak ada kaitannya. Ada atau tidak ada Pilkada, Ruang Pengaduan memang sudah semestinya ada sebagai bentuk pelayanan dan memberikan kenyamanan kepada Pengadu. Dan pihaknya sudah terbiasanya menangani penerimaan pengaduan dugaan pelanggaran kode etik baik dalam Pilkada serentak tahun 2015 dan Pilkada serentak 2017. “Pilkada 2015 jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan Pilkada sekarang. Tapi pengaduan terkait Pilkada masih bisa tertangani,” ujar dia.

 

Justru, lanjut dia, pihaknya sedang memikirkan untuk mengantisipasi lonjakan pengaduan terkait dengan Pileg dan Pilpres di tahun 2019, terlebih pada Pemilu nasional ini pelaksanaannya dilakukan secara serentak di tengah keterbatasan tempat. Pihaknya sedang memikirkan solusi, sambil berjalan. Pada Pemilu 2014, pernah terjadi lonjakan pengaduan yang sangat signifikan. Dalam satu waktu ada enam pengaduan, sehingga satu ruang pengaduan tidaklah cukup untuk menerima pengaduan. “Waktu itu, ruang-ruang lain dipakai untuk penerimaan pengaduan. Keterbatasan tempat inilah yang sedang kami pikirkan,” katanya. [Teten Jamaludin]