Prof. Teguh Ingin DKPP Menjadi Pusat Kajian Etika

11-Jul-2017 -- dilihat 314 Kali

Bogor, DKPP – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof. Teguh Prasetyo menyambut antusias gagasan Sekjen DKPP Gunawan Suswantoro terkait asisten komisioner. Hal ini disampaikannya saat memberikan tanggapan atas sesi paparan para kepala bagian. Sebelumnya, dalam sambutan Rapat Kerja DKPP Tahun 2017, Sekjen mengungkapkan tantangan yang dihadapi Biro DKPP diantaranya masalah SDM yang hanya berjumlah 65 orang baik organik maupun non organik.

Menurut Sekjen ini merupakan tantangan karena prinsip miskin struktur kaya fungsi harus dikedepankan. Namun DKPP pada saat tertentu overload, kerjanya sangat banyak sehingga staf sangat kewalahan yang dikhawatirkan berpengaruh pada kualitas putusan.

Terkait dengan hal tersebut itu kedepannya pada struktur baru DKPP, selain Tenaga Ahli ada gagasan tentang asisten komisioner (seperti usulan menpan) dan tidak harus pejabat struktural namun setara pejabat struktural. Jika memang bisa disetujui mungkin dapat dilaksanakan sehingga berdampak pada putusan DKPP.

“Komisioner dituntut cepat untuk membaca kasus, gagasan asisten komisioner ini sangat menarik. Hingga pada kasus apapun lebih mudah untuk memahami kasus secara detail dan membantu mempercepat konten suatu kasus serta untuk memudahkan DKPP memberi pelayanan yang cepat dan tepat kepada para pencari keadilan”, kata Prof. Teguh.

Lebih lanjut Prof. Teguh meminta kepada sekretariat untuk membuat standard operational procedure (SOP) terkait asas peradilan yang cepat dan murah, kode etik perilaku untuk menjaga komisioner dan sekretariat sebagai langkah preventif jika ada tamu dari pihak yang beperkara misalnya.

Guru Besar Filsafat Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini ingin DKPP menjadi pusat kajian, karena itu website harus dibuat sebagus dan selengkap mungkin. Ada tracking terkait kasus. Prof. Teguh juga meminta kepada sekretariat untuk membuat dua kolom. Kolom pertama berisi tugas-tugas rutin sedangkan kolom kedua adalah tugas pengembangan yang perlu dikembangkan dalam enam bulan ke depan.

“Staf meski cuma sedikit tapi terbaik lebih mudah dikembangkan ke depan karena modalnya sudah bagus. Ini menjadi landasan yang kuat”, tutupnya. [Diah Widyawati_5]

 


Share : Admin