KPU Buton Selatan Jalani Sidang Kode Etik

15-Apr-2017 -- dilihat 10760 Kali

Kendari, DKPP - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Masrizal Masud harus menjalani sidang kode etik penyelenggara Pemilu, Kamis (12/4) pukul 15.00 WIT. Pasalnya, KPU Kabupaten Buton Selatan  tidak meloloskan salah satu pasangan bakal calon menjadi calon dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton Selatan 2017 melalui jalur independen. 

Robiatin Adawiyah kuasa dari Laode Budi Utama dan Laode Abdul Manan, bakal calon bupati dan wakil bupati setempat, mendalilkan bahwa Teradu, La Ode Masrizal Masud, diduga telah melakukan melakukan kebohongan publik, dan bertindak tidak profesional. Teradu memberikan pernyataan di media massa dokumen B1KWK  pasangan Laode Buti Utama dan Laode Abdul Manan tidak seusai dengan ketentuan dalam PKPU. “Padahal Teradu sudah menerima dokumen yang diserahkan oleh Pengadu tanpa catatan kekurangan dan kemudian memberikan formulir B.2 KWK kepada Pengadu,” kata Pengadu dalam pengaduan tertulisnya. 

Pihaknya pun merasa dibohongi oleh Teradu. Pada tanggal 10 Agustus 2016 pukul 19 WITA pihaknya menanyakan terkait dengan dokumen persyaratan dukungan di kantor KPU. “Teradu memerintahkan Pengadu beserta timnya untuk meninggalkan kantor KPUD dengan alasan dokumen yang diserahkan oleh Pengadu suda memenuhi syarat (MS),” lanjut Robi yang juga perempuan berjilab itu. 

Tetapi, sambung dia, pada tanggal 12 Agustus 2016, Teradu malah menerbitkan surat keputusan yang menyatakan Pengadu tidak bisa berlanjut pada tahap verifikasi berikutnya. “Menurut Pengadu, tindakan ini sebagai bentuk pengelabuhan dan menghindari transparansi penyelenggaraan tahapan pemilihan,” bebernya. 

Sementara Teradu La Ode Masrizal Masud membantah terkait semua tuduhan yang disampaikan oleh Pengadu. Dia berkilah bahwa pihaknya telah mengumumkan jangka waktu penyerahan dukungan pasangan calon perseorangan tanggal 20 Juli-2 Agustus 2016. Pengumuman tersebut dipasang baik melalui media massa maupun di papan pengumuman kantor sekretariat. Jangka waktu penyerahan dukungan bakal calon perseorangan tanggal 6-10 Agustus 2016 mulai pukul 08.00-16.00 WITA. “Jumlah dukungan yang harus diserahkan minimal sebanyak 5.834 dukungan pemilih dari  4 kecamatan di Kabupaten Buton Selatan,” katanya. 

Teradu melanjutkan, Pengadu menyerahkan dukungan kepada KPU tanggal 10 Agustus 2016 sekitar pukul 15.41 WITA, yaitu pada hari terakhir masa penyerahan dukungan. “Dengan kata lain 19 menit sebelum penyerahan dukungan ditutup oleh KPU Kabupaten Buton Selatan,” ucapnya. 

“Lalu, Formulir Model B.1-KWK perseorangan yang diserahkan Pengadu hanya satu rangkap asli, tidak menyertakan salinan. Seharusnya menyerahkan 1 rangkap asli dan dua salinan,” katanya. 

Pengadu pun tidak membubuhi tantangan tangan pemberi dukungan pada formulir surat pernyataan dukungan pasangan calon. Pengadu pun memasukan pernyataan dukungan pasangan calon perseorangan kepada KPU pada 10 Agustus 2016 pukul 15.41 WITA. Terdapat dua pasangan calon wakil bupati di antaranya Ir La Ode Abdul Manan dan Ihsan, sehingga dukungan terdapat ganda, tidak tersusun rapi dokumen pasangan calon. “Berdasarkan pertimbangan tersebut, KPU Kabupaten Buton Selatan menetapkan Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati  La Ode Budi Utama dan La Ode Abdul Manan tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak dapat diverifikasi ke tahap selanjutnya,” pungkas dia.  

Sidang bertempat di Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara, Kota Kendari. Selaku ketua majelis Nur Hidayat Sardini dan empat anggota majelis Tim Pemeriksa Daerah. 

Untuk diketahui,  Pilkada di Kabupaten Buton Selatan diikuti pmpat paslon. Yaitu, pasangan H Satar-Welson. Kemudian pasangan Muhammad Faisal-Hasniwati. Lalu, Pasangan Agus Feisal Hidayat- H La Ode Arusani. Terakhir pasangan calon perseorangan La Ode Agussalim-La Ode Agus. [Teten Jamaludin]         

 


Share : Admin