5 Februari 2018
DKPP RI "Untuk Kemandirian, Integritas dan Kredibilitas Penyelenggara Pemilu"

DKPP Bukan Atasan KPU dan Bawaslu

Jumat, 14 Maret 2014
8736 dilihat

Makassar, DKPP – Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Anna Erliyana mengatakan, lembaganya tidak perlu ditakuti oleh KPU dan Bawaslu. Lembaganya bukan atasan Bawaslu dan KPU.

 “Kami tidak merasa sebagai atasan KPU dan Bawaslu. DKPP tak perlu ditakuti. Dan DKPP bukan kompetitor,” kata Prof Anna Erliyana pada acara Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pemungutan dan Penghitungan Suara Serta Rekapitulasi Penghitungan Suara Secara Terintegrasi di 9 Provinsi,  belum lama ini.

 Acara ini bertempat di Hotel Singgasana, Jalan Kajaolalido No.16, Makasar. Pesertanya sebanyak 50 orang. Mereka berasal dari KPU dan Bawaslu Provinsi Sulawesi dan KPU serta Panwaslu Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Selatan. 

 Anna Erliyana yang juga guru besar Hukum Administrasi dari Universitas Indonesia itu mengatakan, KPU-KPU di daerah tidak perlu takut diawasi. “Apabila apa yang telah dilakukan sudah benar, kenapa mesti takut diawasi,” ujarnya.

 Untuk itu dia menyarankan agar KPU profesional dalam menjalankan tugasnya. Bila itu terjadi, Bawaslu tidak akan lagi memelototi KPU. “Apabila sudah bertindak profesional maka pengawas juga akan merasa capai sendiri,” kata perempuan berjilbab itu.  

 Dia menambahkan, anggota penyelenggara Pemilu yang melanggar kode etik itu adalah mereka yang melanggar asas-asas penyelenggara Pemilu seperti transparansi, profesionalitas, imparsialitas dan lain-lain.

 “Idealnya, tidak ada lagi generasi kedua DKPP. DKPP cukup sekali saja periode ini. DKPP itu nanti tidak perlu. Tapi untuk mencapai ke arah ini membutuhkan waktu. Kondisi ini bila sudah terbangunnya etika yang baik dan terbangunnya trust yang baik sesama penyelenggara Pemilu,” tutup Anna. [Humas]