Rahmat Bagja lahir di Medan, 10 Februari 1980. Sampai dengan umur 5 tahun besar di Medan, bersama ayah dan ibu serta keluarga besar ayah. Umur 5 tahun pindah ke Bandung dan masuk TK 330 Kujang Bandung, sampai dengan kelas 3 SD bersekolah di Bandung. Kemudian pindah ke Medan selama 1 tahun dan kemudian pindah kembali ke Cirebon selama 2 tahun sampai dengan menamatkan SD di Kebon Baru VII, Cirebon. Menamatkan SMP 2 dan SMA 2 di Bogor. Melanjutkan kuliah pada tahun 1998-2003 di Fakultas Hukum UI.

Sewaktu mahasiswa, ia aktif dalam gerakan baik organisasi intra maupun ekstra kampus. Ikut aktif dalam pergerakan mahasiswa untuk reformasi.  Ia pernah menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia 2001-2002, Ketua Umum Komisariat HMI FHUI (2000-2001), juga menjadi Wakil Koordinator Lembaga Pengelolaan Kader HMI Cabang Depok dan secara bersaman juga menjadi Wakil Sekretaris Umum PTKP HMI Cabang Depok (2001-2003).

Memiliki kesempatan untuk menjadi Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Hukum seluruh Indonesia (ISMAHI), sebuah organisasi berbentuk Konfederasi yang mewadahi seluruh Senat Mahasiswa/Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum seluruh Indonesia dari tahun 2002 sampai 2004. Memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan semua Ketua SM FH dan BEM FH di Indonesia dan menyebarkan tema Reformasi Hukum dan Konstitusi. Pada pertengahan tahun 2003, menjadi Peneliti Junior pada Pusat Konstitusi Studi Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, dan diawasi oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie dengan keterlibatan pada proyek penelitian dari MPR RI untuk melakukan analisis terhadap produk hukum MPR.

Kuliah pada tahun 2008-2009, di Fakultas Hukum,  Utrecht University, Belanda, dan menjadi Ketua Umum PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Utrecht. Pada tahun 2010-2014. kuliah kembali pada Program Doktor Ilmu Hukum. Sebelum di Bawaslu, menjadi dosen tetap pada Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia dan Tenaga Ahli MKD DPR RI. Terhitung sejak tanggal 12 Juni 2019, menjadi anggota DKPP ex officio Bawaslu untuk periode 2019-2020.

Memiliki perhatian yang besar terhadap isu-isu demokrasi, konstitusi,good governance, dan hak asasi manusia. Menyadari bahwa sangat sulit untuk mengakses peraturan pada tahun 1990-an sampai dengan tahun 2000-an di Indonesia, bahkan ketika teknologi internet telah tersedia. Sebagai langkah lebih lanjut, pada tahun 2001 mulai mendirikan pusat informasi hukum gratis dengan beberapa teman kuliah sebagai kontribusi nyata kepada masyarakat dengan alamat website: http://www.theceli.com. (*)